Museum Seoul Korea Selatan Tidak Boleh Dilewatkan
Museum Seoul Korea Selatan Tidak Boleh Dilewatkan Museum Seoul Korea Selatan Tidak Boleh Dilewatkan, Korea Selatan adalah salah satu tujuan liburan paling populer di dunia. Daya tarik Seoul, Korea Selatan, tidak hanya dari kotanya yang modern atau setiap sudut yang dipenuhi oleh street food lezat. Ada banyak museum di Seoul yang harus dikunjungi. Di sini, […]

Museum Seoul Korea Selatan Tidak Boleh Dilewatkan

Museum Seoul Korea Selatan Tidak Boleh Dilewatkan, Korea Selatan adalah salah satu tujuan liburan paling populer di dunia. Daya tarik Seoul, Korea Selatan, tidak hanya dari kotanya yang modern atau setiap sudut yang dipenuhi oleh street food lezat.

Ada banyak museum di Seoul yang harus dikunjungi. Di sini, kita bisa belajar sejarah sekaligus budaya dan memperkaya wawasan. Intip rekomendasi di bawah ini, yuk!

1. National Palace Museum of Korea

Dilansir https://maxbetresmi.com, Sebagian besar sejarah dinasti dapat dieksplorasi di National Palace Museum of Korea. Di dalamnya juga ada koleksi artefak yang berjumlah lebih dari 40.000 item. Koleksinya mencakup seni, sains, dan musik di era Dinasti Joseon.

Dinasti Joseon sendiri adalah dinasti Konfusianisme yang berkuasa selama lima abad, dari tahun 1392 hingga 1897. Museum ini sendiri didirikan pada September 1908 dan jumlah pengunjungnya sekitar 1,5 juta per tahun.

  • Alamat: 12, Hyoja-ro, Jongno-gu, Seoul
2. Ewha Womans University Natural History Museum

Bisa dibilang, Ewha Womans University Natural History Museum adalah museum sejarah alam pertama di Korea Selatan yang didirikan pada 20 November 1969. Koleksi di dalamnya mencakup spesies endemik, langka, atau baru ditemukan, tutur laman The Culture Trip.

Selain itu, ada pula burung yang dilindungi di lingkup internasional dan diawetkan. Di museum ini ada fasilitas audio visual dan juga diorama yang memudahkan pengunjung untuk belajar lebih dalam tentang ekosistem alam, spesimen hewan, bebatuan, mineral, dan fosil.

  • Alamat: 52 Ewhayeodae-gil, Daehyeon-dong, Seodaemun-gu, Seoul
3. Cheongwadae Sarangchae

Ingin belajar tentang masa lalu Korea Selatan, spesifiknya di bidang budaya dan juga sejarah politiknya? Datang saja ke Cheongwadae Sarangchae. Museum dua lantai ini dibuka pada Januari 2010 dan memiliki ruang pameran serta museum yang dirancang agar lebih ramah lingkungan. Caranya adalah dengan memanfaatkan kekuatan energi matahari dan panas bumi.

Kunjungi Aula Kepresidenan di lantai dua untuk mengetahui mantan presiden Korea serta menjelajahi peristiwa politik dan ekonomi dari masa lalu hingga sekarang. Setelah mengitari museum, beristirahatlah di kafe untuk menikmati secangkir teh tradisional Korea, dan juga membeli cinderamata di toko suvenir, atau belajar bagaimana cara membuat kerajinan tangan tradisional.

  • Alamat: 152 Hyoja-dong, Jongno-gu, Seoul
4. Museum Kimchikan

Kita semua pasti mengenal kimchi, makanan fermentasi yang dibuat dengan mencampurkan kubis atau lobak dengan bumbu seperti bubuk cabai merah, daun bawang, dan juga bawang putih. Museum Kimchikan dibuka pada tahun 1986.

Di sini, pengunjung bisa menggunakan mikroskop untuk melihat bakteri asam laktat yang berguna dalam proses pembuatan kimchi. Anda juga bisa belajar membuat kimchi dengan biaya sebesar 25.000 Won Korea (KRW) atau sekitar Rp321 ribu.

  • Alamat: 03149 Insadong-gil 35-4 (Gwanhun-dong), Jongno-gu, Seoul
5. The National Folk Museum of Korea

Dan yang terakhir ada The National Folk Museum of Korea. Museum ini didedikasikan untuk menampilkan cara hidup tradisional masyarakat Korea dari era prasejarah hingga saat ini. Museum ini dikunjungi oleh 1,8 juta orang per tahun.

Di dalamnya, ada 98.000 artefak dan tiga ruang pameran utama. Mengingat kultur bertani masyarakat Korea cukup kuat, kita bisa menjumpai replika tempat penyimpanan beras, alat penggiling, tumpukan batu untuk beribadah, hingga tiang tempat penduduk desa biasa berdoa.

  • Alamat: 37 Samcheong-ro, Sejongno, Jongno-gu, Seoul

***

Nah, itulah museum di Seoul, Korea Selatan, yang wajib didatangi suatu saat nanti. Berwisata sambil belajar sejarah, apa salahnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *